Ngaku Punya Orang Dalam BI, Oknum Guru di Palembang Diduga Tipu Murid hingga Rp1 Miliar Puluhan korban dugaan penipuan dan penggelapan oleh seorang oknum guru di salah satu SMKN di Palembang mendatangi Mapolda Sumsel, Kamis (2/4). Didampingi tim kuasa hukum, mereka menuntut kejelasan atas laporan yang telah dilayangkan sebelumnya. Kasus ini mencuat setelah terlapor diduga mengaku memiliki “orang dalam” di Bank Indonesia, yang disebut bisa membantu menyediakan uang baru dan pecahan kecil dalam jumlah besar. Iming-iming itu membuat para korban, yang sebagian merupakan muridnya sendiri, percaya tanpa curiga. Viona, salah satu korban, tak kuasa menahan tangis saat menceritakan pengalamannya. Ia mengaku selama ini mengenal terlapor sebagai sosok guru yang baik, bahkan sudah dianggap seperti orang tua sendiri. “Karena percaya dan merasa dekat, saya transfer uang, termasuk milik keluarga, sampai ratusan juta rupiah,” ungkapnya. Awalnya, uang baru dijanjikan akan diserahkan pada 17 Maret. Namun hingga waktu yang ditentukan, tak ada realisasi. Terlapor terus mengulur waktu hingga H-1 Lebaran, sebelum akhirnya diketahui janji tersebut tak lebih dari sekadar harapan kosong. Ironisnya, saat ditagih, korban justru mendapat informasi adanya potongan biaya administrasi hingga 16–20 persen—yang sebelumnya tak pernah dijelaskan sejak awal. Merasa dipermainkan, para korban sempat mencoba menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Namun, sikap terlapor yang dinilai tak menunjukkan itikad baik, bahkan terkesan menantang untuk dilaporkan, membuat mereka akhirnya menempuh jalur hukum. Kuasa hukum korban menyebut, total kerugian dalam kasus ini mencapai sekitar Rp1 miliar. Bahkan, ada korban yang sampai menjual emas puluhan suku demi mengikuti tawaran tersebut. Selain pasal penipuan dan penggelapan, pihak kuasa hukum membuka kemungkinan penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), mengingat adanya aliran dana mencurigakan dalam jumlah besar di rekening terlapor. Sementara itu, pihak kepolisian memastikan laporan tengah diproses. Penyidik akan melakukan pendalaman, termasuk memanggil para korban untuk melengkapi keterangan dan bukti-bukti.
Oknum guru di Palembang diduga tipu murid hingga Rp.1 miliar
Tags
