Prabowo mengungkapkan keheranannya terhadap perbedaan kualitas menu yang ia terima sebagai sampel dengan apa yang diunggah oleh masyarakat di media sosial. Prabowo menyatakan bahwa contoh menu yang diberikan kepadanya selama ini memiliki kualitas yang sangat baik dan rasa yang enak. Namun, ia tidak menutup mata terhadap keluhan para orang tua murid yang viral di media sosial. menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan ke saya enak-enak, tapi kenapa orang tua murid banyak yang unggah foto atau video yang kualitasnya kurang baik (jelek)?. Tanggapan ini muncul setelah beberapa unggahan warga net menunjukkan porsi makan yang dianggap tidak layak, mulai dari lauk yang sangat minim hingga kebersihan kemasan yang dipertanyakan. Perbedaan kontras antara "menu prototipe" dengan "menu distribusi" ini menjadi perhatian serius pemerintah. Prabowo menekankan bahwa program ini bertujuan untuk memperbaiki gizi anak sekolah secara merata, bukan sekadar formalitas. Ia meminta pihak-pihak terkait, mulai dari penyedia jasa boga hingga pengawas di lapangan, untuk tidak "main-main" dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Pemerintah berjanji akan terus memperbaiki sistem distribusi dan pengawasan agar visi program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh siswa di Indonesia, tanpa adanya perbedaan kualitas di tiap daerah.
Home
Unlabelled
Prabowo heran perbedaan kualitas menu kenapa yang diunggah masyarakat yang jelek-jelek
Prabowo heran perbedaan kualitas menu kenapa yang diunggah masyarakat yang jelek-jelek
Tags
