Alam semesta

Tags

Di alam semesta yang luas, tidak semua planet beruntung memiliki matahari yang hangat dan bersahabat seperti Bumi. Sekitar 2.300 tahun cahaya dari kita, terdapat sebuah tata surya yang suasananya lebih mirip dengan set film horor *survival thriller* paling gelap. Tata surya ini berpusat pada sebuah pulsar bernama PSR B1257+12, atau yang oleh para astronom secara resmi diberi nama "Lich" (makhluk mayat hidup/zombie penyihir dalam mitologi). Lich bukanlah bintang normal, melainkan sebuah "bangkai" kosmik—sisa inti super padat dari sebuah bintang raksasa yang telah hancur meledak dalam peristiwa supernova yang sangat dahsyat miliaran tahun lalu. Kengerian sejati dari sistem ini terletak pada tiga planet malang yang mengelilinginya, yang secara epik diberi nama Draugr, Poltergeist, dan Phobetor (semuanya adalah nama hantu, roh orang mati, atau dewa mimpi buruk). Ketiga planet "frankenstein" ini kemungkinan besar terbentuk dari puing-puing sisa ledakan bintang tersebut dan kini terjebak dalam siksaan abadi. Bukannya memberikan kehangatan kehidupan, bangkai bintang Lich yang berputar super cepat ini justru terus-menerus memuntahkan badai partikel dan sinar radiasi mematikan layaknya senjata laser raksasa. Jika seorang manusia nekat berdiri di permukaan planet Poltergeist, mereka tidak akan melihat matahari terbit yang indah, melainkan kilatan cahaya strobo kosmik super terang di langit gelap yang akan menghancurkan sel DNA dan menguapkan tubuh makhluk hidup apa pun hanya dalam hitungan detik! Penemuan yang terjadi pada tahun 1992 ini tidak hanya menjadi penemuan planet luar tata surya pertama dalam sejarah manusia, tetapi juga membuktikan bahwa alam semesta memiliki "neraka" nyata di mana benda mati menolak untuk tenang dan terus meneror lingkungan di sekitarnya.